Article

Mungkinkah Manusia di Culik Jin?

Kajian Dai Kamtibmas Seri 356
Writer: Hamka Mahmud
Hp: 081285693559

Untuk menjawab pertanyaan judul artikel diatas, penulis mengisahkan pengalaman semasa kecil dahulu dikampung yang kini sudah menjadi jantung Kota Maros. Jawaban ini juga berkaitan dengan peristiwa yang kini viral beritanya terjadi pada seorang wanita benama Nining (54) di Sukabumi yang sempat hilang selama 18 bulan saat berlibur di pantai. Lantas ditemukan kembali keluarganya dipantai dalam keadan berlumuran pasir dan bisu, ditemukan melalui petunjuk mimpi.

Penulis semasa kecil dahulu menurut kakak perempuan pernah diculik oleh jin (nasobbu jing) beberapa jam, cuma kemudian ditemukan kembali sebelum subuh dalam keadaan tidur disela-sela pohon bambu, dikebun depan rumah, anehnya penulis tidak tahu kenapa bisa berada ditempat itu? Penulis cepat ditemukan karena dikerahkan banyak warga untuk mencari malam itu juga.

Menurut orang tua dahulu, jika ada orang yang diculik jin, maka cara untuk menemukannya yaitu memukul alat-alat yang mengeluarkan bunyi keras. Seperti ember, panci, wajan dan lain-lain. Hingga orang yang dicari mendengar bunyi itu dan ditemukan Tentu cara ini adalah ikhtiar orang dahulu, yang bisa benar dan bisa juga keliru.

Sebab, pernah seorang remaja di kampung papak bernama Buttatoa, dibelakang masjid al-Markaz Maros, ia masih kerabat penulis diculik oleh jin bertahun-tahun baru ditemukan, nongkorong diatas pohon tua, remaja itu ditemukan dalam keadaan sudah stres, tidak dapat bicara dan tidak mengenal siapa kerabatnya.

Menurut kakak perempuan sebab penulis diculik jin. Kerena, ketika usai nonton film horor yang ditayangkan TVRI dahulu berudul freeday the 13, saat diajak pulang dari rumah kakak penulis belum siuman betul, sempoyongan maklum nonton film hingga ketiduran, apalagi film horor.

Kemudian, saat tarun tangga penulis ditinggalkan, kakak pempuan lebih dahulu tiba dirumah.
Pikirannya penulis masih tetap ikut dibelakangnya, nanti kemudian tiba dirumah ibu menyakan keberadan penulis baru sadar, kemudian keluar mencari penulis, eh tahu-tahu penulis sudah tidak ada ditangga.

Numpang nonton dirumah kakak perempuan yang paling tua maklum ditahun 70-80an hanya dia yang punya tv, belum banyak masyarakat memiliki televisi termasuk dirumah penulis. Untuk nonton film mesti kerumah kakak yang berdampingan rumah, channel tv waktu itu satu saja hanya TVRI.

Untuk menguatkan keyakian bahwa ada mahluk bernama jin disekitar kita, dan dapat menggangu manusia marilah kita merujuk pada kitab yang tidak diragukan keotentikannya, sebab firman Allah swt yaitu al-Qur'an didalamnya ada satu surah bernama surah Jin. Berkisah tentang, kelompok jin yang takjub mendengar ayat suci al-Qur'an dan adanya informasi bahwa dahulu ada sekelompok jin yang suka mencuri-curi berita dari langit

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا

Katakanlah (Muhammad), “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan),” lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur'an), Qs.Jinn:1

Argumen tambahan, yaitu suatu kisah di jaman pemerintahan Umar Bin Khattab, ada seorang lelaki hendak pergi salat isya, hilang diculik oleh jin, penulis sadur kisahnya dari artikel Kajian al-Amiry di facebooknya, sebuah riwayat dari Abdurrahman bin Abi Laila:

“Bahwasanya ada seseorang dari kaumnya, kalangan Anshar sedang keluar untuk shalat isya’ bersama kaumnya. Kemudian bangsa jin menawannya dan hilanglah dirinya. Maka istrinya pergi menuju Umar bin Khattab radhiyallahu anhu dan menceritakan kepadanya kisah yang terjadi. Kemudian Umar bertanya kepada kaumnya tentang lelaki ini. Maka mereka berkata: ‘Iya, dia keluar untuk shalat isya namun kemudian hilang’.

Maka Umar memerintahkan wanita tersebut untuk menunggu selama 4 tahun, untuk memutuskan menikah. Dan ketika telah lewat 4 tahun, wanita tersebut datang kembali kepada Umar. Maka Umar bertanya kepada kaumnya, dan mereka berkata: ‘Iya’ (isyarat agar wanita tadi menikah lagi). Maka Umar memerintahkan wanita tersebut untuk menikah lagi dan dia pun menikah.

Ternyata suaminya pulang kembali dan berseteru dengan Umar bin Khattab radhiyalllahu anhu dalam masalah ini. Maka Umar pun berkata: ‘Salah seorang dari kalian pergi selama rentang waktu yang panjang dan keluarganya sama sekali tidak mengetahui kehidupannya?!’

Maka dia pun berkata: ‘Sesungguhnya aku memiliki udzur wahai Amiirul Mukminin (umar)’. Maka Umar bertanya: ‘Apa udzurmu?’ Dia menjawab: ‘Aku keluar untuk shalat isya dan bangsa jin menawan diriku sehingga aku tinggal di alam mereka selama rentang waktu yang cukup lama. Kemudian bangsa jin mukmin memerangi mereka. Maka mereka berperang dan jin muslim yang menang.

Maka jin muslim menawan tawanan kafir dan juga menawan diriku. Maka bangsa jin muslim berkata: ‘Kami melihatmu adalah orang muslim dan kami tidak halal untuk menawan dirimu’. Maka mereka memberikan kepada ku sebuah pilihan antara tinggal bersama mereka atau kembali pulang kepada keluargaku. Maka aku memilih untuk pulang kepada keluargaku.

Adapun pada malam hari maka mereka tidak berbicara kepadaku. Adapun siang hari maka ada angin yang bertiup sehingga aku mengikuti angin tersebut dan keluar dari alam mereka. Maka Umar bertanya: ‘Lantas apa makananmu ketika berada di alam jin?’ Dia menjawab: ‘Makananku adalah kacang-kacangan dan segala makanan yang tidak disebutkan bismillah’.

Umar kembali bertanya: ‘Kemudian apa minumanmu ketika berada di alam jin?’ Dia menjawab: ‘Minumanku adalah Al-Jadaf.’ Qatadah berkata: ‘Al-Jadaf adalah minuman-minuman yang tidak ditutup.’

Maka Umar radhiyallahu anhu memberikan pilihan untuknya antara memilih istrinya kembali kepadanya atau memilih mahar.” (HR. Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra no. 15570; shahih sebagaimana yang dinyatakan oleh Al-Albani) Hadits ini adalah hadits yang shahih.

Pemahaman bahwa bangsa jin dapat menculik manusia dan mengambil barang-barang milik kita. Sudah terjawab dari kisah pengalaman penulis dan dari argumen ayat serta histori di jaman Umar bin Khattab ra.

Markas iblis dan bala tentaranya adalah di laut. Sehingga ketika main di pantai atau tempat baru disinggahi, hendaknya selalu membaca doa terlebih dahulu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ، ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ، فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di laut. Kemudian dia mengutus bala tentaranya ke daratan. Maka kedudukan jin yang paling dekat dengan iblis adalah jin yang paling besar fitnahnya” (HR. Muslim no. 2813)

Dan doa ketika singgah di tempat asing/baru yaitu:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala keburukan makhlukNya”

Hal tersebut sebagaimana yang dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ، حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ

“Barangsiapa yang singgah di sebuah tempat kemudian berdoa: ‘Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari segela keburukan makhlukNya’, maka tidak ada suatu makhluk pun yang membahayakannya sampai dia meninggalkan tempat itu” (HR. Muslim no. 270

JIN DAPAT MELIHAT KEBERADAAN MANUSIA SEMENTARA MANUSIA TIDAK BISA MELIHAT MEREKA

Pelukis Hati

Pelukis Hati

Superadmin at Pelukis Hati

Kebaikan dari Kita adalah Kebaikan untuk Kita

Komentar (0)

Belum ada komentar untuk ditampilkan

Tinggalkan Komentar Anda