Article

Coba kita renungkan pertanyaan berikut :
APA ARTINYA SAYA MENGAKU MUSLIM?

*Pengakuan sebagai Muslim bukanlah klaim terhadap pewarisan, bukan klaim terhadap suatu identitas, juga bukan klaim terhadap suatu penampilan lahir, melainkan pengakuan untuk menjadi penganut Islam, dan beradaptasi dengan Islam setiap aspek kehidupan.*

Berikut akan di bahas secara ringkas karakteristik paling menonjol yang harus ada pada diri seorang muslim agar pengakuannya sebagai penganut agama ini merupakan pengakuan yang benar dan jujur.

Allah Swt berfirman :
"Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) Ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia"(Qs. Al-Hajj:78)

-> Karakteristik yang harus dimiliki agar menjadi seorang muslim sejati adalah sebagai berikut:

Pertama :
SAYA HARUS MENGISLAMKAN AKIDAH SAYA

Syarat pertama pengakuan sebagai muslim dan sebagai pemeluk agama ini adalah hendaklah akidah seorang muslim adalah akidah yang benar dan sahih, selaras dengan apa yang terdapat dalam Al-Quran dan sunah Rasulullah Saw.

Apa saja Konsekuensi dari mengislamkan akidah saya..?

1.Saya harus meyakini bahwa pencipta alam ini adalah Allah Yang Hakim (Mahabijaksana), Qadir (Mahakuasa), ‘Alim (Mahatahu), Qayum (Selalu Mengurus Makhluknya), dan Al-‘Aliy (Yang Maha Tinggi).
Baca: Qs. Al-Anbiya:22

2.Saya harus mengimani bahwa Al-Khaliq (Sang Maha Pencipta) tidak menciptakan alam semesta ini secara sia-sia, karena tidak mungkin terjadi Dzat yang memiliki sifat kesempurnaan itu berbuat sia – sia dalam apa yang diciptakan-Nya.
Baca : Qs. Al-Mukminun:115-116.

3.Saya harus meyakini bahwa Allah Swt. telah mengutus para rasul dan menurunkan kitab – kitab untuk mengenalkan pengetahuan tentang Allah, tujuan penciptaan manusia, awal kejadian manusia, dan tempat kembali manusia. Rasul yang terakhir adalah Muhammad Saw. yang telah dikuatkan Allah Swt. dengan Alquranul Karim yang merupakan “mukjizat abadi”.
Baca : Qs. An-Nahl : 36.

4.Saya harus meyakini bahwa tujuan Allah Swt., menaati-Nya, dan beribadah kepada-Nya.
Baca : Qs. Adz-Dzariyat : 56-58.

5.Saya harus meyakini bahwa balasan bagi orang mukmin yang taat adalah surga, sedangkan balasan bagi orang kafir yang bermaksiat adalah neraka.
Baca : Qs. Asy-Syura: 7.

6.Saya harus meyakini bahwa manusia harus meyakini bahwa manusia melaksanakan kebajikan dan kejahatan dengan ikhtiar dan kehendaknya, akan tetapi ia tidak bisa melaksakanan kebaikan kecuali dengan taufik dan pertolongan Allah. Ia tidak melaksanakan kejahatan semata –mata karena paksaan dari Allah, akan tetapi dalam kerangka izin dan kehendak-Nya.
Baca : Qs. Asy-Syams : 7-10.

7.Saya Harus meyakini bahwa menetapkan syariat merupakan hak Allah yang tidak boleh dilanggar.
Baca : Qs. Asy-Syura : 10.

8.Saya harus mengetahui nama – nama dan sifat – sifat Allah yang selaras dengan keagungan-Nya.
Hadits : “Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama-seratus kurang satu-tidak seorang pun menghafalnya kecuali ia masuk surga. Dia witir dan mencintai apa yang witir (ganjil).(HR. Bukhari Muslim)

9.Saya harus bertafakur (merenungkan) mengenai ciptaan Allah, bukan mengenai Dzat-Nya.
Hadits : “Berpikirlah tentang ciptaan Allah, tetapi jangan berpikir tentang Allah, karena kalian tidak mungkin mengenal dengan sebenar – benar pengetahuan mengenai-Nya”(HR. Abu Nu’aim).

10.Saya harus memahami Sifat – sifat Allah Swt. telah banyak disyariatkan oleh Alquranul Karim dan merupakan sifat – sifat yang dituntut oleh kesempurnaan Uluhiyah (ketuhanan).

11.Saya harus meyakini bahwa pendapat para salaf lebih utama untuk diikuti, khususnya dalam persoalan takwil dan ta’thil, serta menyerahkan pengetahuan mengenai makna – makna ini kepada Allah Swt. Tanpa harus menyebabkan dijatuhkannya vonis kafir atau fasik bagi takwil yang dikemukakan oleh orang – orang belakangan (khlaf).

12.Saya harus beribadah kepada Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
Baca : Qs. An-Nahl : 36.

13.Saya takut kepada-Nya dan tidak takut kepada selain-Nya. Rasa takutku kepada-Nya harus mendorongku untuk menjauhi apa yang dimurkai serta diharamkan-Nya.
Baca : Qs. An-Nur : 52 dan Qs. Al-Mulk : 12.

14.Saya harus mengingat-Nya dan senantiasa mengingat-Nya. Diamku harus merupakan kegiatan berpikir dan bicaraku merupakan dzikir.
Baca : Qs. Ar-Ra’d :28 dan Qs. Az-Zukhruf : 36 37.

15.Saya harus mencintai Allah dengan kecintaan yang menjadikan hatiku senantiasa merindukan keagungan-Nya, tertambat kepada-Nya, sehingga mendorongku untuk senantiasa menambah kebaikan, berkorban, dan berjihad di jalan-Nya selama – lamanya.
Baca : Qs. At Taubah : 24.
Hadits “Ada tiga hal, siapa yang pada dirinya ada ketiga hal itu maka ia pasti mendapatkan kemanisan iman: Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada orang lain; hendaklah ia mencintai seseorang, ia tidak mencintai-Nya kecuali karena Allah; dan hendaklah ia membenci untuk kembali kembali kepada kekafiran sebagaimana ia tidak suka untuk dilemparkan ke dalam neraka”(HR. Bukhari).

16.Saya harus bertawakal kepada Allah dalam segala keadaan dan menggantungkan diri kepada-Nya dalam segala urusan.
Baca : Qs. Ath – Thalaq : 3.
Hadits “Jagalah Allah, niscaya Ia menjagamu; jagalah Allah, niscaya kamu mendapati-Nya dihadapanmu....”(HR.Tirmidzi).

17.Saya harus bersyukur kepada Allah Swt. atas segala nikmat-Nya yang tak terhingga serta segala karunia dan rahmat-Nya yang tak terhitung.
Baca : Qs. An-Nahl : 78, Qs. Yasin : 33 35, dan Qs. Ibrahim : 7.

18.Saya harus beristighfar memohon ampunan Allah dan senantiasa beristighfar.
Baca : Qs. An-Nisa : 110 dan Qs. Ali ‘Imran : 135 136.

19.Saya harus menyadari muraqabah (pengawasan) Allah Swt. baik dalam keadaan sendiri maupun ditengah - tengah manusia.
Baca : Qs. Al – Mujadilah : 7.

Sahabat Surga...

Kedua :
SAYA HARUS MENGISLAMKAN IBADAH SAYA

Dalam islam, ibadah adalah puncak ketundukan dan puncak kesadaran mengenai keagungan ma’bud(Tuhan yang di sembah), tangga yang menghubungkan makhluk dengan Khaliq, Ibadah juga memiliki pengaruh – pengaruh yang mendalam dalam interaksi antar sesama hamba Allah. Logika Islam menetapkan agar kehidupan ini seutuhnya merupakan ibadah dan ketaatan.
Baca: Qs. Adz Dzariyat : 56 – 58 dan Qs. Al An’am :163

Apa saja Konsekuensi dari mengislamkan ibadah...?

1. Ibadahku harus “hidup” dan “tersambung” kepada Ma’bud ( Tuhan yang diibadahi).Inilah derajat ihsan dalam ibadah.

2. Ibadahku harus khusyuk, sehingga aku bisa menghayati kehangatan komunikasi dengan Allah dan nikmatnya kekhusyukan.

3.Dalam beribadah, hati saya harus hadir (sepenuh hati), melepaskan pikiran tentang segala kesibukan dan keinginan duniawi.

4.Dalam beribadah, saya harus tamak, tidak pernah puas dan rakus, tidak pernah kenyang.

5. Saya harus memiliki keinginan yang besar untuk melakukan qiyamulail (shalat malam) serta melatih diri untuk melaksanakannya sampai terbiasa.
Baca : Qs. Al-Muzamil:6, Qs. Adz- Dzariyat : 17-18, dan Qs. As-Sajdah : 16.

6. Hendaklah saya menyediakan waktu untuk membaca dan merenungkan Alquranul Karim khususnya pada waktu fajar.
Baca : Qs. Al-Isra :78, Qs. Al-Hasyr :21.

7. Doa harus menjadi tangga bagiku untuk memohon kepada Allah dalam setiap keadaan.

Ikhwatifillah...

Ketiga :
SAYA HARUS MENGISLAMKAN AKHLAK SAYA.

Berakhlak mulia merupakan tujuan pokok dari risalah Islam. sebagaimana sabda Rasullah Saw. “Sesungguhnya Aku diutus oleh Allah untuk menyempurnakan Akhlak yang mulia.”(HR. Ahmad).
Serta ditegaskan oleh Allah dalam Al-Quran (Qs. Al-Haj : 41, Al- Baqarah : 177). Akhlak mulia merupakan bukti dan buah keimanan, keimanan tidak ada nilainya tanpa akhlak.
Akhlak akan membuat timbangan seorang hamba akan menjadi berat pada hari kiamat. Akhlak mulia adalah buah ibadah dalam islam. Tanpa itu, ibadah tak ubahnya upacara dan gerakan yang tidak memiliki nilai dan faedah sama sekali (Qs. Al-Ankabut : 45, Al- Baqarah : 197).

❓Apa saja Sifat – sifat yang harus dimiliki seseorang agar memiliki akhlak islami...?

1 Bersikap Wara’ ( hati – hati) terhadap syubhat.

2. Menahan Pandangan (Gadhul Bashar).

3 Menjaga Lidah (lisan).

4. Malu (haya)
“Hakikat malu adalah suatu karakter yang menyebabkan seseorang meninggalkan keburukan, mencegahnya dari tindakan melalaikan kewajiban, atau melanggar hak orang lain”.

5. Pemaaf dan Sabar
Baca : Qs. Asy- Syuara :43, Al-Hijr :85, Az-Zumar : 10, An-Nur :22, dan Al-Furqan : 63).

6. Jujur.

7. Rendah hati.

8. Menjauhi Prasangka, Ghibah, dan mencari cela sesama Muslim.
Baca : Qs. Al- Hujurat : 12, Al-Ahzab: 58) M

9. Dermawan dan Pemurah
Baca : Qs. Al-Baqarah : 3, Al-Baqarah : 272.

10. Menjadi tauladan yang baik.
Sahabat AIHQ Fillah..

Keempat :
SAYA HARUS MENGALAHKAN NAFSU SAYA

Manusia senantiasa dalam pergulatan melawan hawa nafsunya, sehingga ia bisa mengalahkan nafsu atau nafsu itu mengalahkan nya. Dengan kata lain pertarungan itu akan tetap berlangsung sampai ajal menjemput.
Baca : Qs. Asy- Syams : 7-10.

-> Sifat – Sifat Manusia

Dalam pergulatan melawan nafsu, manusia
terbagi menjadi beberapa tipe:

♨️1. Ada manusia yang dikalahkan oleh nafsu mereka. Cenderung kepada kehidupan dunia, mereka adalah orang – orang kafir dan siapa saja yang mengikuti mereka.
Baca : Qs. Al- jasiyah : 23.

♨️2. Ada tipe – tipe orang yang bersungguh – sungguh memerangani nafsunya dan melawan keinginannya. Mereka kadang berbuat kesalahan, tetapi kemudian bertobat. Mereka kadang bermaksiyat kepada Allah, namun lantas menyesal dan beristighfar.
Baca : Qs. Ali ‘Imran : 135.

-> Perangkat – Perangkat untuk Memenangkan Melawan Hawa Nafsu

1.  HATI
Baca : Qs. Al-Anfal : 2 , Al – Haj : 46 dan Muhammad : 24
2.  AKAL
Baca : Qs. An-Nur : 40 dan Fathir : 28.

-> Indikasi – Indikasi Kekalahan Akhlak.

Ketika hati manusia mati atau mengeras, dan ketika akalnya padam atau menyimpang. Sehingga manausia itu akan dihinggapi penyakit was – was.
Baca : Qs. Al- mujadilah : 19, Al- A’raf : 16-17.

-> Sarana – Sarana untuk Membentengi Diri dari Masuknya Setan.

Bagaimana cara membentengi Sepuluh pintu yang dijadikan setan sebagai sarana untuk mendatangi manusia..?
1. Ambisi dan Buruk Sangka hadapi dengan sikap percaya dan menerima.
2. Kecintaan kepada hidup dan panjang angan – angan hadapi dengan rasa takut kedatangan kematian secara tiba tiba.
3. Keinginan untuk santai dan bersenang – senang hadapi dengan menyadari akan hilangnya nikmat dan keburukan hisab.
4. Bangga diri hadapi dengan rasa takut kepada akibat yang akan menimpa.
5. Sikap meremehkan dan kurang menghargai orang lain hadapi dengan mengenali hak dan kehormatan mereka.
6. Dengki hadapi dengan sikap rela dengan pembagian yang diberi Allah terhadap makhluk² nya.
7. Riya’ dan keinginan dipuji manusia hadapi dengan keikhlasan.
8. Kikir hadapi dengan menyadari sirnanya semua yang ada di tangan makhluk.
9. Sombong hadapi dengan sikap rendah hati
10. Tamak hadapi dengan Percaya dengan apa yang ada di sisi Allah dan Zuhud terhadap apa yang dimiliki manusia.

Pejuang Qur'an yang dimuliakan Allah

Para Perindu Surga yang di sayang Allah

Kelima :
SAYA HARUS MENGISLAMKAN KELUARGA DAN RUMAH TANGGA SAYA

Saya harus membawa risalah Islam kepada “masyarakat kecilku” : kepada keluargaku, kepada istriku, kepada anak – anakku, kemuadian kepada kerabat dekat, kemuadian yang terdekat. Itulah jalan yang ditempuh oleh Rasullah Saw. pada saat memulai dakwah. Seperti yang difirmankan oleh Allah Swt dalam Al-Quran Surat Asy-Syu’ara : 213 215 dan Qs. Al Tahrim: 6. Karena itu, tugas pertama bagi seorang Muslim setelah dirinya sendiri adalah bertanggung jawab terhadap keluarga, rumah tangga, dan anak-anaknya.

Apa saja tanggung jawab Muslim terhadap keluarganya..?

A. Tanggung Jawab Pernikahan

1. Pernikahan harus saya laksanakan semata – mata karena Allah, yaitu dalam rangka membentuk rumah tangga muslim.
Baca : Qs. Ali ‘Imran :34.

2. Hendaklah salah satu tujuan pernikahanku adalah menahan pandangan, memelihara kemaluan, dan bertakwa kepada Allah.

3. Saya harus memilih istri, pendamping hidup dan teman perjalanan dengan sebaik – baiknya.

4. Saya harus memilih wanita yang berakhlak dan beragama, sekalipun lebih rendah dibandingkan wanita lain dalam hal harta dan kecantikan.

5. Saya harus berhati – hati jangan sampai melanggar perintah Allah dalam hal pernikahan.

B. Tanggung Jawab Pascapernikahan

1. Saya harus bersikap baik dan menghargainya, agar tumbuh kepercayaan antara saya dan dia.

2. Jangan sampai hubungan dengan istriku sebatas hubungan ranjang dan nafsu semata. Tetapi yang lebih penting yaitu harus ada hubungan kesesuaian dalam pemikiran, spritual, dan emosi.
Baca : Qs. Thaha : 132 dan Maryam :55.

3. Hubungan dengan istriku harus mengikuti tuntunan syara’. Jadi, tidak dijalin dengan mengorbankan Islam atau dalam hal – hal yang diharamkan Allah.

C. Tanggung Jawab Bersama dalam Mendidik Anak

Baca : Qs. Al-Furqan : 74.
Hadits "Seorang anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orsng tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi"(Muatafaq alaih)

Keenam :
SAYA HARUS YAKIN BAHWA MASA DEPAN ADALAH MILIK ISLAM

Kepercayaan saya kepada Islam harus mencapai tingkat keyakinan bahwa masa depan adalah milik agama ini.
Baca Qs. Al-Mulk : 14.

Apa saja faktor-faktor yang mendorong keyakinan saya...? :

1. Rabaniyah Manhaj Islam
Sistem Islam itu sistem yang bercorak ketuhanan.

2. Universalitas Manhaj Islam
Sistem Islam itu sistem yang universal yakni konkretisasi warna keterbukaan, meninggalkan sentimen² sempit kedaerahan, ras, nasionalisme, gender atau keturunan. Corak keterbukaan, kekuasaan dan kemanusiaan nya bersumber dari konsep Agama Rabbaniyah.

3. Elastisitas Manhaj Islam
Sistem Islam itu sistem yang bisa memberi kemampuan untuk menampung segala problem kehidupan.

4. Kelengkapan Manhaj Islam
Sistem Islam itu sistem yang membedakan dengan sistem "bumi" serta tatanan buatan lain nya.

5. Keterbatasan Sistem – Sistem “Wadh’iyah”
Setelah mengetahui kelebihan dan ke istimewanya manhaj Rabbaniyah yakni manhaj Islam (sistem Islam), maka saya harus mengetahui sejauh mana kegagalan yang telah dialami oleh sistem² buatan manusia (Wadh'iyah).

Demikian Komitmen Awal untuk menjadi Muslim Sejati...
Semoga kita semua bisa mengamalkannya.

Sumber: grup Tholabul Ilmi

Pelukis Hati

Pelukis Hati

Superadmin at Pelukis Hati

Kebaikan dari Kita adalah Kebaikan untuk Kita