Article

Oleh: Rochma Yulika

Pasti ada hikmah di balik setiap musibah.
Ada kemudahan yang Allah paketkan bersama kesulitan.
Ada jalan keluar dari hal yang sukar.
Karena dengan ujian itu kita akan tahu kualitas kita.
Kita akan tahu daya tahan imunitas kita.
Allah sudah mengukur kemampuan seorang hamba.

Tidaklah manusia diuji di luar kemampuan kita.
Banyak belajar menyikapi sepak terjang kehidupan.
Belajar akan menambah optimisme dan sportivitas kita.
Dan dengan ujian itu sesungguhnya kita sedang merancang masa depan kita.

Sebentar saja waktu kita hidup di dunia.
Hidup di dunia, kata Rasulullah, ka raakibin istadzalla bi syajaratin tsumma raahaa wa tarakaha. Seperti seorang musafir yang bernaung di bawah rindangnya pohon, ia beristirahat tapi setelah itu ia tinggalkan pohon itu.

Tak ada yang abadi di dunia ini. Kun fi dunya kaannaka ghariibun au ‘abiri sabiil.
Karenanya hiduplah di dunia seperti orang asing, atau orang yang dalam keadaan perjalanan.
Dari mana ia datang, seberapa bekal yang telah dipersiapkan, di mana ia berhenti untuk tempat istirahat, dan ke mana akan menuju dan berakhir; semua itu harus menjadi perhatian.
Memang kehidupan ini tak ubahnya seperti sebuah perjalanan.
Dalam melakukan perjalanan akan kita temui peluang dan kesempatan.

Seperti halnya Allah telah memberikan kemampuan berpikir untuk memilih antara yang baik dan buruk, antara benar dan salah, dan antara adil dan zalim.
Yang baik akan mendapat pahala dan yang buruk akan berdosa.

Semoga kita terjaga dari kemaksiatan hingga diri terselamatkan.

(Buku:Wahai Muslimah Janganlah Menyerah, Pro U Media)

Pelukis Hati

Pelukis Hati

Superadmin at Pelukis Hati

Kebaikan dari Kita adalah Kebaikan untuk Kita